Nikmat perjalanan Kerata ku... Tanpa hambatan... Sejuk... Nyaman... Antar penumpangpun saling kerjasama... Bila ada ibu yang hamil... Orang tua jumpo... Dipersilahkan menempati tempat duduk... Lebih diutamakan dulu...
Jumat, 03 Februari 2017
Kamis, 02 Februari 2017
Rabu, 01 Februari 2017
wayang humor candaan ala Gus Dur
Candaan lewat Wayang Ala KH.GusDur...Kocak Abiiisss.....sekedar pencerahan melihat perpolitikan Indonesia yang semakin Asik aja dah.....
Jawara Yang telah Sadar
Jawara Yang telah Sadar
Kesaktian tidaklah baik di sombongkan.... Apalagi untuk dibuat... Menantang... Janganlah kita menyombongkan diri... Sebab diatas masih banyak yg lebih kuat...
Baguslah klo udah menyadari kesalahannya.... Di perut Jawara Bekasi...Sang penantang terkewer kewer....
Pak Lurah Bekasi....Mantap ...!!!
Jumat, 06 Januari 2017
Yogyakarta Siapkan Paket Wisata Hadapi Low Season Turis
Yogyakarta Siapkan Paket Wisata Hadapi Low Season Turis
Jumat, 06 Januari 2017
Wisatawan menikmati Taman Wisata Candi Prambanan (TWCP), Sleman, DI Yogyakarta
YOGYAKARTA -- Puncak kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta terjadi pada Desember 2016 lalu. Usai tahun baru 2017, kunjungan wisatawan akan menurun (low season) dan baru naik lagi pada libur lebaran tahun ini.
"Setelah tahun baru kunjungan wisatawan memang sepi. Ini masa low season buat hotel dan restoran serta pelaku usaha wisata," ujar Ketua BPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DI Yogyakarta (DIY), Istidjab Danunagoro, Jumat (6/1).
Untuk menghadapi masa sepi wisatawan ini, PHRI menggandeng Asossosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) DIY. Bersama ASITA, PHRI dan pelaku wisata di DIY menawarkan paket wisata murah selama Januari-Februari 2017 ini.
"Kita namakan paket wisata Yogya Heboh. Kita mencoba menyasar pasar baru dengan paket-paket wisata murah," ujarnya.
Melalui paket heboh ini pihak hotel, tiket pesawat maupun kereta diberikan harga murah. Begitupula dengan biaya tur juga mendapat diskon yang cukup banyak.
Pasar baru yang dibidik pelaku wisata Yogya ini adalah keluarga atau perusahaan yang memiliki budget terbatas untuk traveling. "Kita kasih paket murah bekerja sama dengan banyak pihak, baik maskapai, hotel, restoran dan juga travel agent," katanya.
Dengan paket murah ini pihaknya berharap okupansi hotel dan restoran selama Januari-Februari sedikit terangkat.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetty Martanti mengatakan, kunjungan wisatawan pada awal tahun setelah tahun baru memang mengalami penurunan. "Ini memang terus terjadi setiap tahun, setelah puncak Desember kemudian menurun," ujarnya.
Meski begitu kata dia, lonjakan kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta pada akhir 2016 lalu cukup signifikan. Bahkan target kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta 2016 terlampaui dengan baik. "Kunjungan wisatawan naik signifikan, namun datanya berapa masih kita hitung ulang," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Kasubag Program Dinas Periwisata DI Yogyakarta Jo Charles. Menurutnya, jumlah wisatawan nusantara selama 2016 tercatat 3,8 juta orang naik sihgnifikan dari 2015 yang janya 2,6 juta orang.
"Obyek wisata yang banyak diminati adalah wisata alam di Gunungkidul, Bantul, Sleman dan Kulonprogo meskipun mereka banyak menginap di Yogyakarta," katanya.
YOGYAKARTA -- Puncak kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta terjadi pada Desember 2016 lalu. Usai tahun baru 2017, kunjungan wisatawan akan menurun (low season) dan baru naik lagi pada libur lebaran tahun ini.
"Setelah tahun baru kunjungan wisatawan memang sepi. Ini masa low season buat hotel dan restoran serta pelaku usaha wisata," ujar Ketua BPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DI Yogyakarta (DIY), Istidjab Danunagoro, Jumat (6/1).
Untuk menghadapi masa sepi wisatawan ini, PHRI menggandeng Asossosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) DIY. Bersama ASITA, PHRI dan pelaku wisata di DIY menawarkan paket wisata murah selama Januari-Februari 2017 ini.
"Kita namakan paket wisata Yogya Heboh. Kita mencoba menyasar pasar baru dengan paket-paket wisata murah," ujarnya.
Melalui paket heboh ini pihak hotel, tiket pesawat maupun kereta diberikan harga murah. Begitupula dengan biaya tur juga mendapat diskon yang cukup banyak.
Pasar baru yang dibidik pelaku wisata Yogya ini adalah keluarga atau perusahaan yang memiliki budget terbatas untuk traveling. "Kita kasih paket murah bekerja sama dengan banyak pihak, baik maskapai, hotel, restoran dan juga travel agent," katanya.
Dengan paket murah ini pihaknya berharap okupansi hotel dan restoran selama Januari-Februari sedikit terangkat.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetty Martanti mengatakan, kunjungan wisatawan pada awal tahun setelah tahun baru memang mengalami penurunan. "Ini memang terus terjadi setiap tahun, setelah puncak Desember kemudian menurun," ujarnya.
Meski begitu kata dia, lonjakan kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta pada akhir 2016 lalu cukup signifikan. Bahkan target kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta 2016 terlampaui dengan baik. "Kunjungan wisatawan naik signifikan, namun datanya berapa masih kita hitung ulang," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Kasubag Program Dinas Periwisata DI Yogyakarta Jo Charles. Menurutnya, jumlah wisatawan nusantara selama 2016 tercatat 3,8 juta orang naik sihgnifikan dari 2015 yang janya 2,6 juta orang.
"Obyek wisata yang banyak diminati adalah wisata alam di Gunungkidul, Bantul, Sleman dan Kulonprogo meskipun mereka banyak menginap di Yogyakarta," katanya.
Inilah Pertimbangan Pemerintah Soal Kenaikan Tarif Baru Tahun 2017 Untuk STNK dan BPKB Dinaikkan Jumat, 06 Januari 2017
Inilah Pertimbangan Pemerintah Soal Kenaikan Tarif Baru Tahun 2017 Untuk STNK dan BPKB Dinaikkan
Jumat, 06 Januari 2017
Jakarta- Pemerintah menetapkan kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) hingga tiga kali lipat. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan sejumlah alasan
dibalik kenaikan tarif tersebut.
dibalik kenaikan tarif tersebut.
Boy mengungkapkan kenaikan tarif pengurusan surat merupakan strategi meningkatkan indeks keselamatan berlalu lintas, sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik dari kepolisian.
"Konsekuensi PNBP ini tentunya juga bagian strategi besar kita, yaitu dalam upaya meningkatkan indeks keselamatan berlalu lintas. Lebih pada upaya pembangunan sarana dan prasarana secara akuntabel. Sistem ini akan semakin meningkatkan akuntabilitas dalam proses penerbitan SIM (Surat Izin Mengemudi)," jelas Boy, Jumat (6/1).
Selain itu, Boy mengatakan bahwa kenaikan tarif didasarkan dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pelayanan publik sehingga dilakukan upaya peningkatan tarif. Tujuannya, agar lebih transparan dan menghapus praktik pungutan liar (pungli) atau korupsi.
Kemudian, lanjutnya, kenaikan tarif berkaitan dengan perlu adanya peningkatan fitur keamanan serta peningkatan pelayanan di Samsat mengingat, STNK adalah dokumen berharga sehingga bahan materialnya harus berkualitas.
Peningkatan tarif, menurut Boy, juga terkait dengan dukungan teknologi untuk memberikan pelayanan publik yang cepat dan baik terutama, terkait pembuatan SIM online. "Diperlukan modernisasi peralatan, kemudian, perlunya penyesuaian dengan insentif yang berkaitan dengan akuntabilitas, transparansi petugas-petugas untuk meminimalisir pungli," paparnya.
Dia mengatakan kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB juga mengikuti arahan Presiden, yaitu menciptakan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. "Ini juga bentuk tindak lanjut dari keinginan bapak presiden, khususnya mengenai Saber (Satgas bersama) Pungli," ujarnya.
Lebih lanjut, Boy mengungkapkan bahwa PNBP yang diterima tidak langsung dipergunakan Polri, melainkan masuk ke rekening pemerintah dan penggunaannya tergantung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dibahas bersama antara pemerintah dan DPR.
Oleh karena itu, Boy menegaskan bahwa Polri tidak bisa sembarang menggunakan PNBP tersebut karena 90 persen kembali kepada pemerintah
Sementara Dirjen Anggaran pada Kementerian Keuangan (Kemkeu) Askolani menjelaskan bahwa kenaikan tarif ditetapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian. Sebab, sekitar 92 persen PNBP akan kembali digunakan kepolisian untuk biaya pelayanan publik sebagaimana, diamanatkan dalam undang-undang.
"Pertimbangan kenaikan tarif PNBP kepolisian di antaranya untuk peningkatan pelayanan. Kenapa disebutkan untuk meningkatkan pelayanan? Sebab PNBP yang menjadi pemasukan kepolisian ini, 92 persen itu dikembalikan untuk digunakan polisi dalam rangka untuk pelayanan di bidang pelayanan. Jadi ini kembali ke masyarakat," ungkap Askolani.
Askolani menjelaskan bahwa penyesuaian tarif adalah hasil diskusi yang dilakukan kepolisian dengan pemerintah yang didampingi Kemkeu. Dengan salah satu pertimbangan adalah hasil audit BPK yang masih menemukan kelemahan-kelemahan. Sebagai contoh, kelemahan terkait penetapan atau membuat pungutan tanpa tarif dasar hukum.
"Dengan keyakinan uang ini dikembalikan bukan dimanfaatkan oleh kepolisian. Tapi dikembalikan kembali oleh polisi untuk peningkatan pelayanan. Kemudian, peningkatan pelayanan dan juga adalah kebijakan pemerintah untuk menghapuskan pungli yang mungkin masih ditemukan dalam pelayanan publik di berbagai bidang," katanya.
Berikut perubahan PP no 60 tahun 2016 tentang Penerimaan Bukan Pajak di Lingkungan Polri pengganti PP no 50 tahun 2010 yang berlaku mulai 6 Januari 2017:
Biaya pembuatan SIM baru
SIM A, B1-B2, sebesar Rp 120 ribu,
Sim C, C1, C2 Rp 100 ribu,
SIM D untuk difabel Rp 50 ribu
SIM Internasional Rp 250 ribu.
SIM A, B1-B2, sebesar Rp 120 ribu,
Sim C, C1, C2 Rp 100 ribu,
SIM D untuk difabel Rp 50 ribu
SIM Internasional Rp 250 ribu.
Untuk perpanjangan,
SIM A, SIM B1-B2 Rp 80 ribu,
SIM C, C1, dan C2 Rp 75 ribu,
SIM D Rp 30 ribu
SIM Internasional Rp 225 ribu.
SIM A, SIM B1-B2 Rp 80 ribu,
SIM C, C1, dan C2 Rp 75 ribu,
SIM D Rp 30 ribu
SIM Internasional Rp 225 ribu.
Kenaikan untuk plat nomor naik 100 persen.
Untuk roda 2-3 dari Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu
Roda empat dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu.
Untuk roda 2-3 dari Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu
Roda empat dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu.
Penerbitan BPKB
Roda 2-3 dari semula Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu,
Roda 4 dari Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu.
Roda 2-3 dari semula Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu,
Roda 4 dari Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu.
Saksikan Videonya di sini:
Langganan:
Postingan (Atom)



